16 Tahun
Hi kawan, tidak terasa 16 tahun sudah berlalu, ibarat seorang anak remaja pasti sudah kelas 2 atau 3 SMA. Saya memulai aktivitas di blogger semenjak saya SMP, awalnya hanya iseng, lalu ingin aktif membuat tulisan dan ulasan, karena saat itu sekitar 2009, dimana masih ramainya dunia maya, semua info dari google, googling, dan banyak sekali tulisan blogg yang informatif. Meski dalam perjalanan menuju 16 tahun ini banyak dinamika yang berubah, jika bicara saat ini, sangat berbeda cukup jauh, dimana infomasi sangat mudah didapatkan tanpa perlu membaca informasi lengkap dalam sebuah situs ataupun blogg, melalui AI, kita sudah dibuatkan ringkasan pendeknya, dan catatan sumbernya.
Perkembangan AI membuat dunia maya tertekan tingkat trafiknya dan apalagi kecendrungan orang saat ini mencari informasi melalui sosial media, serta AI. Memang sebagai user pasti akan mencari yang paling mudah dan cepat, namun hal ini mulai menggeser minat orang atau user untuk membaca atau menggali informasi secara utuh, lengkap dan kredibel. Alhasil banyak yang mudah tertipu dengan berita bohong, hoax dan banyak yang menjadi korban penipuan digital.
Perlu dicermati ditengah perkembangan AI yang semakin maju dan semakin mempermudah semua urusan kita, kita perlu ingat bahwa AI tidak 100% memiliki kemampuan untuk menampilkan informasi secara akurat dan benar, apalagi terhadap informasi up to date yang terdapat dalam linimasa, atau dunia maya.
Jika kita amati, penulis blogg, atau pemilik situs pribadi sudah tidak sebanyak dulu. Karena turunnya trafik yang sangat signifikan, pergeseran gaya hidup atau cara user untuk mendapatkan informasi sangat berbeda dengan dengan user di jaman sblm 2010an. Semua serba ringkas, semua serba AI, apalagi platform digital seperti youtube menjadi temat favorit banyak user, yang mau tak mau, mulai membuat orang-orang malas membaca dan menyaring informasi sebelum membagikannya.
Kembali lagi dalam sisi penulis, mungkin jika dari awal sudah sangat serius mengerjakan blogg mungkin akan beda cerita dengan apa yag di tulis saat ini. Waktu berlalu sangat cepat, sampai kita tidak menyadari, bahwa waktu itu terbatas. Sewaktu sekolah, masih beranggapan sibuk dengan aktivitas sekolah, bersosialisasi, mengerjakan hobi, dan berpikir bahwa dewasa merupakan solusi, nyatanya ketika sudah menginjak dewasa, dan sudah berumah tangga, justru finansial dan waktu tidak seperti yang dulu dibayangkan.
Dari beberapa orang yang saya temui juga berpendapat sama dengan saya, bahwa dewasa tidak semenyenangkan bayangkan kita waktu kecil. Dulu waktu masih sekolah, melihat orang tua atau kakak yang lebih besar (saat itu sudah kakak saya sudah SMA), ingin sekali cepet besar, cepat kerja, karena sudah tidak ada yang memarahi ketika nonton tv sampai malam, tidak kawatir mau beli mainan. Nyatanya saat sudah di fase dewasa, waktu bermain dan bersantai harus dikorbankan demi tanggung jawab untuk mencari nafkah. Ketika memiliki uang yang lebih, mau dipakai untuk membeli mainan (yang dulu belum bisa terbeli, sewaktu kecil) atau sekedar melanjutkan hobi waktu dulu, terasa ragu2 untuk membelanjakannya, karena ada anak dan istri dirumah yang masih memerlukan uang untuk memenuhi kebutuhan.
Jika dulu heran kenapa orang tua sangat suka kopi, ternyata saya juga mengalami sendiri. Bukan karena kopi minuman favorit saya, tapi karena kopi membantu saya untuk tetap terjaga, tidak mengantuk ditengah aktivitas harian saya. Waktu berlalu sangat cepat, banyak yang tidak sadar bahwa waktu kita di dunia ini terbatas, tidak ada yang tahu kapan waktu kita habis, atau kapan kita harus mengajukan waktu tambahan, untuk keperluan di dunia. Tapi dari tulisan ini saya sedikit tersadar, ternyata 16 tahunku ga ada yang wow, karena semua kucoba tanpa meningkatkan level menjadi expert. Akhirnya hidup jadi biasa saja untuk diriku yang memiliki keinginan ini dan itu. Saya sebagai penulis, ingin membagikan pelajaran, atau penyesalan yang sudah terlanjur kecut dalam hidup. Bukan hanya orang sukses saja yang memiliki kisah untuk dibagikan, tapi justru orang dengan banyak penyesalan dalam hidup juga ingin berkisah, supaya tidak ada orang yang seperti saya.
Mungkin tak banyak yang mengetahui atau membaca tulisan ini. Tapi saya harap tulisan ini menjadi sebuah tanda atau monumen bagi saya, untuk perlahan menuju tujuan yang saya tetapkan. GBU.

0 Comments
komentarmu, aku tunggu! no spam!