Era Baru Dunia Sepakbola, membuat Milenial Merasa Kudet.
Kalau beberapa waktu lalu milenial masih disuguhkan pertarungan sengi tantara Barca
VS Real Madrid, maupun rivalitas Messi dan Ronaldo, saat ini sepakbola memasuki
era transisi total. Saat ini pemain-pemain sepakbola diisi oleh gen Z akhir dan
gen Alpha, yang nama-nama pemainnya masih asing buat milenial, terutama saya.
Saya merasa seperti orang yang baru mencoba mengetahui dan memahami tentang
dunia sepakbola, yang mungkin bagi sebagian orang yang memang mengikuti perkembangan
sepakbola pasti tahu. Kalau dulu orang yang tidak update sekali tentang pemain
sepakbola, atau bahkan memang tidak suka, pasti tahu nama-nama pemain terkenal
seperti Messi, Ronaldo, Xavi, dst… Namun saat ini Ketika melihat acara
sepakbola, nama-nama pemain sangat asing bagi saya.
Bisa dikatakan
bahwa saat ini dunia sepakbola terus berubah, rivalitas dua pemain akbar top
dunia dan rivalitas Barca vs Madrid, sudah jarang diperbincangkan, para
penggemar sepakbola disuguhkan pemain-pemain muda berbakat yang mulai
menggantikan nama-nama besar sebelumnya.
Jika di
piala dunia kemarin saya mulai mengetahui tentang pemain muda fenomenal, Lamine
Yamal, betapa mudanya pemain tersebut hingga bermain dalam sebuah klub besar
seperti Barcelona dan mewakili Spanyol dalam Piala Dunia.
Merasa
asing dan kudet dalam dunia sepakbola saya mulai mencoba googling tentang era
transisi sepakbola ini. Ternyata banyak pemain terkenal yang usia masih dibawah
25 tahun. Beberapa pemain terkenal yang mulai membawa perubahan, dan tanda
perubahan era sepakbola diantaranya, Lamine Yamal, Pemain klub Barcelona yang kemarin
sukses mebawa Spanyol juara dunia, lalu ada Jude Bellingham, Bermain di posisi Gelandang
untuk klub Real Madrid dan pemain timnas Inggris, lalu ada Pau Cubrassi pemain
Barcelona yang berhasil mendapatkan gelar “FIFA Best Younger Player”. Dan ingat,
ketiga pemain ini masih berusia dibawah 25 tahun. Keren kan?
Dunia
bergerak sangat cepat, hingga saya merasakan tertinggal dengan kemajuan saat
ini. Ketika memasuki dunia kerja saya melihat banyak angkatan saya yang mulai
bekerja, menempuh hidup baru, tapi beberapa tahun belakangan, mulai disadarkan
bertambah usia, dan banyak angkatan kerja yang masih muda mulai memasuki dunia
kerja seperti Gen-Z, seolah-olah terus memenuhi dunia kerja dan siap
menggantikan siapa saja yang dianggap “kurang produktif atau tidak dibutuhkan”.
Sudah mulai menjalani separuh dari “angka harapan hidup warga Indonesia”,
terakhir saya membaca bahwa rata2 usia yang masih hidup di Indonesia maksimal
di 60 tahun, mungkin saat ini ada perubahan kali ya? Sudah lebih dari 60. Hehe
Sudah melewati separuh tapi pola pikir dan merasa saya masih baru lulus kuliah
dan mulai bekerja, tapi nyatanya di kantor, banyak Angkatan dibawah saya yang
satu tim dengan saya. Saya tidak merasa tua, hanya saja kenyataan membenturkan
saya dan bercerita tanpa bersuara kepada saya bahwa saya tidak muda lagi. Seperti
tulisan saya sebelumnya, dewasa ini tidak seindah yang saya bayangkan saat
kecil, dan kenyataan bahwa kebebasan memiliki harga yang mahal. Saya cuman
ingin berpesan kepada teman-teman yang masih muda, belum ada 30 atau bahkan
masih sekolah. Jangan berpaku dengan keinginan menjadi cepat dewasa, nikmati proses
kalian, buat roadmap supaya masa depan nanti lebih banyak kemudahan dan
pilihan. Tunggu tulisan saya yang lain ya…


1 Comments
Semarang, hadirrr... setiap orang berhak mengartikan tentang kehidupan, dikatakan bukan lomba tapi selalu yang dibicarakan milestone setiap orang2, dikatakan hidup tidak melulu tentang uang, tapi mau apa aja perlu uang...
ReplyDeletekomentarmu, aku tunggu! no spam!